Lambang Kabupaten Kepulauan Sula

Add Comment
Logo Kabupaten Kepulauan Sula
 
 
 
PENJELASAN LAMBANG
Lambang Daerah Kabupaten Kepulauan Sula bernama “Juanga” yang diambil dari nama perahu budaya yang dipercayai masyarakat Kepulauan Sula sejak dahulu kala, sebagai transportasi antar pulau, armada perang melawan penjajah maupun pengamanan territorial, serta di pergunaan ntuk menyerahkan upeti kepada kesultanan ternare sebagai salah satu wujud kepatuhan terhadap wilayah hukum adat.
LAMBANG
1. Lambang daerah berbentuk jantung manusia mengandung makna, apabila daerah kabupaten kepulauan sula itu seumpama tubuh manusia, maka logo inilah jantungnya yang merupakan suatu alat vital dimana senantiasa memompakan darah keseluruh tubuh jasmani itu bisa hidup selama nyawa masih ada dikandung badan.
2. Lambang daerah dengan garis tepi berwarna merah sebagai perlindungan yaitu sama-sama mempertahankan kabupaten kepulauan sula dari berbagai ancaman, baik yang datang dari luar maupun yang dari dalam serta refleksi terhadap kemandirian daerah dan bangsa, sebagai jiwa nasional, cinta tanah air dan rasa kebangsaan yang kokoh.
3. Didalam bigkai bersudut lima terdapat:
a. Sebuah bintang berwarna kuning emas.
b. Tiga puluh satu helai daun kelapa berwarna kuning, pada sisi kiri dan kanan lambang.
c. Tiga buah pulau berwarna coklat dan hijau
d. Satu buah perahu berwarna coklat hitam, dan tiga buah dayung berwarna hitam putih
e. Tali berbentuk lingkaran berwarna merah dan putih
f. Lima buah gelombang berpuncak lima berwarna putih pada bagian bawah perahu
g. Tulisan “DAD HIA TED SUA” berwarna hitam pada pita berwarna kuning dan merah.
h. Angka 2003 pada bagian bawah tulisan DAD HIA TED SUA.

ARTI DAN MAKNA
1. Bintang berwarna kuning emas melambangkan sila pertama dari Pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, bermakna ketuhanan yang maha esa, maha suci, yang telah melimpahkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup umat manusia, yang merupakan gambaran bahwa masyarakat kabupaten kepulauan sula juga percaya dan beriman kepada tuhan yang maha esa yang tercermin dalam kehidupan bermasyarakat yang dilandasi dengan penghayatan dan pengamalan ajaran agama.
2. Tiga puluh satu helai kelapa berwana kuning pada sisi kiri dan kanan lambang, bermakna kelapa merupakan komoditi umum serta merupakan salah satu sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kabupaten kepulaua sula. Angka 31 melambangkan tanggal peresmian kabupaten kepulauan sula.
3. Tiga puluh berwarna coklat dan hijau bermakna Kepulauan Sula terdiri dari 3 pulau besar yaitu Mangoli, Taliabu dan Sulabesi merupakan suatu Kesatuan Wilayah, budaya, dan adat yang dilandasi dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, sepakat bersatu dengan hati yang suci dan ikhlas merupakan modal utama masyarakat Kepulauan Sula menjadi daerah yang makmur dan sejahtera, serta sebuah daerah yang subur dan damai dilandasi dengan sikap religius.
4. Perahu berwarna coklat dan hitam serta tiga buah dayung berwarna hitam putih, bermakna kekuatan masyarakat Kepulauan Sula dijiwai rasa kebersamaan, berani mengarungi bahtera kehidupan tetapi tetap waspada terhadap segala bentuk ancaman dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam serta selalu tegas dalam mempertahankan keutuhan Kabupaten Kepulauan Sula, dengan senantiasa mengharapkan Keridhaan Allah SWT.
5. Bintang Cakrawala biru muda dan biru tua, pada garis batasnya terletak 3 pulau mempunyai makna letak geografis Kepulauan Sula dari Tanjung Waka hingga Tanjung Lifmatola, dihubungkan oleh laut dengan segala potensinya, yang walaupun terpisah pulau namun keteguhan hati, kesabaran serta kearifan masyarakat tetap bersatu dalam bingkai DAD HIA TED SUA.
6. Tali berbentuk lingkaran berwarna merah dan putih melambangkan persatuan, bermakna sebagai suatu kekuatan moral bagi masyarakat yang berdomisili di kabupaten Kepulauan Sula yang walaupun berbeda-beda Agama, Adat Istiadat, Suku, namun atas dasar persaudaraan dan kekeluargaan mereka dapat bersatu dan berjuang bersama-sama membangun negeri ini untuk menggapai masa depan yang lebih baik yang dicita-citakan.
7. Lima gelombang berwarna putih dibawah perahu Juanga bermakna bahwa dalam memperjuangkan pemekaran Kabupaten Kepulauan Sula selama ini dan langkah kehidupan kita kedepan sudah tentu mengalami berbagai halangan, hambatan, cobaan, tantangan dan godaan, namun Alhamdulillah dikabulkan oleh Allah SWT, sehingga sukseslah menjadi Kabupaten Kepulauan Sula yang peresmiannya pada bulan ke 5 tahun 2003.
8. Tulisan DAD HIA TED SUA berwarna hitam dari bahasa Sula yang berarti “Bersatu Angkat Sula”, umumnya telah dipahami oleh masyarakat yang merupakan motto lambang Daerah bermakna keutuhan masyarakat Kepulauan Sula sejak dahulu kala dijiwai rasa persatuan, kebersamaan, gotong royong dalam suatu bahtera kehidupan dengan hati suci dan ikhlas serta rela berkorban untuk kepentingan bersama walaupun berbeda Agama, Adat Istiadat, Suku dan lain-lain sehingga seberat apapun tantangan yang dihadapi akan menjadi ringan.
9. Angka 2003 yang terletak dibawah tulisan DAD HIA TED SUA bermakna tahun lahirnya kabupaten Kepulauan Sula.

LAMBANG
Lambang Daerah memantulkan berbagai jalinan warna yang serasi dengan maknanya :
1. Kuning bermakna kemakmuran, kesejahteraan, dan kematangan.
2. Coklat bermakna ketegasan.
3. Putih bermakna kesucian, keikhlasan dan kerelaan.
4. Hijau bermakna kesuburan, kedamaian dan kerelaan.
5. Merah bermakna keberanian.
6. Hitam bermakna kewaspadaan, kekuatan dan ketegasan.

LATAR BELAKANG
1. Latar Belakang Lambang Daerah adalah :
2. Pandangan hidup Bangsa,
3. Sejarah dan Budaya,
4. Geografis,
5. Potensi daerah.

Lambang Kabupaten Pulau Morotai

Add Comment


Logo Kabupaten Pulau Morotai
Semoga selalu bermanfaat bagi anda yang membutuhkan,
untuk sementara, arti dari lambang Kabupaten Pulau Morotai ini belum diposting, dikarenakan, sumber untuk itu belum ada di internet yang menjadi andalan saya untuk berburu logo dan informasi lainnya,
bagi anda yang berminat memiliki logo ini dalam format vektor, silahkann menghubungi saya dengan cara berkomentar di bawah postingan ini, atau dengan cara mengirim pesan ke ardi_lamadi@yahoo.com,,
sekali lagi semoga bermanfaat,
selamat menantikan logo berikutnya dari saya,,

Logo Yonif di Indonesia Bagian 3

2 Comments
Semoga selalu bermanfaat bagi anda yang membutuhkan,,,
terimakasih sekali buat Saudara Namurdani(namurdani@gmail.com), yang selalu mengirimkan saya logo untuk didesain ulang, 
untuk logo Yonif Postingan sebelumnya dapat di lihat di

Logo Yonif di Indnesia Bagian 2, dan

Logo Beberapa Bataliyon Infanteri (YONIF) di Indonesia, 

pengunjung juga dapat berpartisipasi mengirimkan logo untuk didesain ulang dan di publikasikan di blog ini,

Akhirnya saya ucapkan selamat mengunjungi blog saya, nantikan logo yonif selanjutnya,

LOGO BRIGIF 13 GALUH

LOGO YONARMED 11 GUNTUR GENI

LOGO YONARMED 13 NANGGALA

LOGO YONARMED 15 CAILENDRA

LOGO YONARMED 16 TUMBAKKAPUTING

LOGO YONARMED 19 BOGANI

LOGO YONARMED 2 KILAP SUMAGAN

LOGO YONARMED 4 PARAHYANGAN

LOGO YONARMED8 UDDHATA


Lambang Kota Tidore Kepulauan

Add Comment
PENJELASAN LAMBANG DAERAH
KOTA TIDORE KEPULAUAN
(Sesuai Perda Kota Tidore Kepulauan Nomor 3 Tahun 2005)

LOGO KOTA TIDORE KEPULAUAN

A. NAMA, BENTUK, MOTIF DAN TATA WARNA

1. Lambang Daerah bernama RAU PARADA bermakna filosofi sebagai sarana ke­hidupan kearifan lokal      untuk mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
2. Dasar Lambang Daerah berbentuk perisai bersudut lima berwarna kuning den­gan pita berwarna putih.
3. Dalam perisai bersudut lima terdapat gambar:
a. Bintang bersegi lima berwarna putih;
b. Daun kelapa 11 helai pada sisi kanan dan daun sagu 11 helai pada sisi kiri, berjumlah 22 helai;
c. Bulatan telur di dalamnya terdapat gambar;
1) Pulau Tidore yang dilambangkan dengan gunung berwarna putih berlatar belakang Pulau Halmahera;
2) Mayang Pinang berwarna kuning dengan 31 bulir:
3) Tifa berwarna coklat muda:
4) Gong berwarna coklat tua;
5) Parang dan Salawaku berwarna hitam;
6) Rau Parada berwarna putih;
7) Sebuah Perahu Kora-kora berwarna putih;
8) Gelombang laut berjumlah 13 berwarna putih;
9) Pala satu buah berwarna kuning dengan bijinya berwarna merah dan ceng­keh empat buah berwarna coklat tua berjumlah lima buah;
4. Selempang kebesaran berwarna putih bergaris tepi warna merah berisi semboy­an TOMA LOA SE BANARI;
5. Angka 2003.


B. ARTI DAN MAKNA LAMBANG
1. Dasar lambang daerah berbentuk perisai bersudut lima berwarna kuning dengan pita merah putih bermakna sebagai pelindung segenap komponen masyarakat dan sumber daya alam dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gang­guan baik dari dalam maupun dari luar. Pita merah putih yang mengelilingi peri­sai bersudut lima bermakna seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan bertekad untuk senantiasa berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Bintang berwarna putih bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa dan Maha Suci yang senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat serta kemakmuran dan kes­ejahteraan hidup umat manusia, merupakan gambaran bahwa masyarakat Kota Tidore Kepulauan adalah masyarakat agamis yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Bulatan telur menggambarkan bahwa bumi Kota Tidore Kepulauan masih me­nyimpan berbagai potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang belum dikelola secara maksimal. Potensi terpendam dimaksud diharapkan dapat memberikan kontribusi riel untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmu­ran masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
4. Mayang Pinang berwarna kuning dengan 31 bulir bermakna bahwa Kota Tidore Kepulauan diresmikan pada tanggal 31. Mayang pinang mempunyai arti filosofi sebagai sarana untuk memohon keselamatan dan keberkatan dari Tuhan Yang Maha Esa.
5. Pala dan Cengkeh berjumlah lima bermakna bulan kelima (Mei) yaitu bulan dires­mikannya Kota Tidore Kepulauan. Pala dan Cengkeh merupakan komoditi daerah yang cukup dikenal sejak dahulu kala oleh dunia internasional.
6. Angka 2003 adalah tahun lahirnya Kota Tidore Kepulauan gabungan makna ang­ka sebagai dimaksud di atas bermakna Kota Tidore Kepulauan diresmikan 31 Mei 2003.
7. Daun Kelapa dan Sagu yang berjumlah 22 helai dengan gelombang laut berjum­lah 13 bermakna historis yaitu terjadinya konfrensi Moti pada tahun 1322 yang melahirkan pembagian empat kekuasaan Moloku Kie Raha dimana Tidore sebagai Kie Makolano yang mempunyai kekuasaan pertahanan dan keamanan dalam wilayah Moloku Kie Raha. Kelapa dan Sagu menggambarkan komoditi utama masyarakat Kota Tidore Kepulauan yang dijadikan sebagai komoditi pokok sejak zaman dahulu.
8. Pulau Tidore yang dilambangkan dengan gunung berwarna putih berlatar be­lakang Pulau Halmahera bermakna Kota Tidore Kepulauan merupakan daerah kepulauan yang terletak di garis katulistiwa yang wilayahnya meliputi Pulau Ti­dore, Pulau Maitara, Pulau Mare dan sebagian Pulau Halmahera bagian tengah yaitu Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Utara.
9. Tifa berwarna coklat muda adalah kesenian tradisonal sebagai perwujudan un­tuk menyatukan langkah dan gerak dalam semangat kebersamaan masyarakat Kota Tidore Kepulauan yang tak kunjung padam untuk mengisi pembangunan daerah.
10. Gong berwarna coklat tua adalah alat kesenian tradisonal yang menggambarkan kebudayaan Tidore yang bersifat progresif dan terbuka menerima budaya lain. Gong pada zaman dulu juga berfungsi sebagai alat pewarta penguasa dan bunyi gong merupakan seruan kebulatan tekad untuk mewujudkan tujuan pembangu­nan.
11. Parang dan salawaku berwarna hitam, melambangkan jiwa kepahlawanan serta kesiapsiagaan dalam membela kehormatan masyarakat dan daerah Kota Tidore Kepulauan.
12. Perahu Kora-kora berwarna putih, sebagai sarana transportasi laut dan armada laut dalam mengamankan wilayah Kota Tidore Kepulauan dari berbagai ancaman dan gangguan. Perahu Kora-kora juga sebagai sarana kehidupan para nelayan.
13. Selempang kebesaran berwarna putih bargaris tepi merah bertuliskan TOMA LOA SE BANARI berwarna hitam bermakna bahwa keberkatan, keselamatan, dan ke­hormatan akan dapat diraih oleh masyarakat apabila masyarakat senatiasa men­jujung tinggi nilai keadilan dan kebenaran dalam penyelengaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.
14. Lambang daerah memantulkan berbagai jalinan warna yang serasi dan harmonis terdiri dari:
a. Kuning bermakna kemakmuran dan kesejahteraan;
b. Coklat bermakna ketegasan dan komitmen;
c. Merah berwarna berani;
d. Biru bermakna kearifan, keteguhan dan kesabaran;
e. Putih berwarna kesucian, keikhlasan dan kerelaan;
f. Hijau bermakna kesuburan, kedamaian dan religius;
g. Hitam bermakna kewaspadaan dan kekuatan;

Logo Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia

5 Comments
Semoga bermanfat bagi yang membutuhkan,,
LOGO PSSI

LOGO GRESIK UNITED

LOGO PELITA JAYA PURWAKARTA

LOGO PERSEBAYA SURABAYA

LOGO PERSEKABPAS PASURUAN

LOGO PERSELA LAMONGAN

LOGO PERSEMA MALANG

LOGO PERSEMAN MANOKWARI

LOGO PERSIBOM BOLAANG MONGONDOW

LOGO PERSIJA JAKARTA

LOGO PERSIK KEDIRI

LOGO PERSIKABO BOGOR

LOGO PERSIKOTA TANGERANG

LOGO PERSIS SOLO

LOGO PERSISAM PUTRA SAMARINDA

LOGO PERSITA  TANGERANG

LOGO PERSITER TERNATE

LOGO PSBL BANDAR LAMPUNG

LOGO PSDS DELI SERDANG

LOGO PSIM YOGYAKARTA

LOGO PSKS KRAKATAU STEEL

LOGO PSBS BIREUN

Komando Pasukan Katak (KOPASKA)

Add Comment
Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya.

Kopaska berkekuatan 300 orang. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.
LOGO KOPASKA

LOGO KOPASKA

Sejarah

 Komando Pasukan Katak disingkat KOPASKA adalah pasukan khusus dari TNI Angkatan Laut. Semboyan dari korps ini adalah "Tan Hana Wighna Tan Sirna" yang berarti "tak ada rintangan yang tak dapat diatasi". Korps ini secara resmi didirikan pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Indonesia waktu itu Soekarno untuk membantunya dalam masalah Irian Jaya. Pasukan khusus ini sebenarnya sudah ada sejak 1954.

Bapak dari Kopaska adalah Kapten Pelaut Iskak dari sekolah pasukan katak angkatan laut di pangkalan angkatan laut Surabaya. Tugas utama dari pasukan ini adalah peledakan/demolisi bawah air termasuk sabotase/penyerangan rahasia kekapal lawan dan sabotase pangkalan musuh, torpedo berjiwa (kamikaze), penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, mempersiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror di laut/maritime counter terorism . Jika tidak sedang ditugaskan dalam suatu operasi, tim tim Detasemen Paska dapat ditugaskan menjadi pengawal pribadi VIP seperti Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Komando Pasukan Katak TNI-AL
Kopaska - Pengamanan Pantai

    Satuan Pasukan Katak Armada Barat (Satpaska Armabar)
        Detasemen 1 Sabotase / anti-Sabotase (Teror)
        Detasemen 2 Operasi Khusus
        Detasemen 3 Combat SAR
        Detasemen 4 EOD dan Ranjau Laut / Mine clearence
        Detasemen 5 Underwater Demolition
        Detasemen 6 Special Boat Unit
    Satuan Pasukan Katak Armada Timur (Satpaska Armatim)
        Detasemen 1 Sabotase / anti-Sabotase (Teror)
        Detasemen 2 Operasi Khusus
        Detasemen 3 Combat SAR
        Detasemen 4 EOD dan Ranjau Laut / Mine clearence
        Detasemen 5 Underwater Demolition
        Detasemen 6 Special Boat Unit
Tugas "Manusia Katak"
Kopaska Parade

    Tugas dalam Operasi Amphibi
        Beach Recconaisance
        Post Reconnaisance
        Beach Clearing
        SUROB (Surf Observation)
    Operasi Khusus
        Sabotase / Anti Sabotase (Teror)
        Clandestein
        Combat SAR
        Mine Clearance Ops
        Send and Pick up agent
    Operasi Tambahan
        PAM VIP VVIP & Vital Obj
        Underwater Survey
        SAR
        Underwater Salvage
        Factual Information Gathering
Perekrutan
Kopaska - Penyusupan Air

    Anggota TNI AL (kecuali Korps Marinir)
    Berdinas minimum 2 thn di KRI/Kapal Perang RI/lanal/lantamal/mabesal/kolinlamil/armada RI.
    Lulus Kesamaptaan/kemampuan jasmani
    Lulus Tes Ketahanan Air
    Lulus Psikotest khusus
    Lulus Kesehatan khusus bawah air
    Secara sadar mengikuti tes dan pendidikan tanpa paksaan siapapun
 Lama pendidikan

10 bulan 
Tempat pendidikan

Di Sekolah Pasukan Katak TNI AL (SEPASKAL) / Komando Pendidikan Operasi Laut -KODIKOPSLA / Komando Pengembangan Pendidikan TNI AL - KOBANGDIKAL) Ujung Surabaya. Sebelumnya adalah di Sekolah Penyelaman TNI AL (SESELAM) PUSDIKOPSLA KODIKAL Surabaya)
[sunting] Materi Pendidikan

    Akademis umum Angkatan Laut (Operasi laut, navigasi, mesin, elektronika, bangunan kapal,komunikasi dan lain lain)
    Kepaskaan (Doktrin Manusia Katak,Penyelaman dasar,penyelaman tempur,renang tempur,kartografi,menembak berbagai jenis senjata, mengemudi dan menangani kapal/perahu cepat dan lain lain)
    Dik Komando (Dasar komando, perang hutan, jungle survival/sea survival SERE, dan lain lain, sebelum mempunyai pendidikan Komando sendiri siswa kopaska ikut dengan pendidikan komando hutan Marinir)
    Terjun (Static dan AFF). Setelah melaksanakan terjun dasar mendarat di darat selanjutnya adalah spesialisasi kemampuan terjun ( statik & free fall) untuk mendarat di sasaran sasaran lepas pantai dan laut.
    Intelijen Tempur
    Sabotase dan kontra sabotase
    Demolisi bawah air
    SAR Tempur
Jumlah personel

Nil - untuk jumlah tidak pernah di ekspos karena pasukan ini mempunyai tingkat kerahasian yang tinggi dalam materi personel.

Logo Yonif di Indnesia Bagian 2

Add Comment
Assalamalaikum wr wb
akhirnya jadi juga beberapa logo Yonif yang bisa saya desain ulang,
terimakasih buat 
BRIGIF 15 KUJANG
YONIF 752 VIRA YUDHA SAKTI

BRIGIF 24 BULUNGAN CAKTI

LAMBANG YONIF 403


YONIF 122 TOMBAK SAKTI

YONIF 320 BADAK PUTIH

YONIF 403 WIRASADA PRATISTA

YONIF 613 ANTANG

YONIF 712 WIRATAMA

YONIF 742 SATYA WIRA YUDHA
YONIF 123 RAJAWALI

semoga bermanfaat bagi anda,
jika ada kesalahan dalam mendesain ulang logo ini,
saya tunggu komentarnya...
selamat menikmati
di tunggu aja logo Yonif yang selanjutnya