Latest Artikel :
Recent Movies

Paket Perjalanan Raja Ampat dalam Sehari - Teluk Kabui - Pianemo - Arborek - Manswar

Pianemo dari atas Puncak Gunung - Raja Ampat
Paket Perjalanan Raja Ampat dalam Sehari - Teluk Kabui - Pianemo - Arborek - Manswar
Ya.... Judulnya memang begitu,,, hari itu saya ikutan nebeng paket perjalanan wisata atasan saya, Mereka yang punya tujuan berwisata di Raja Ampat, saya sebagai tuan rumah, punya tugas menemani perjalanan mereka,,, jadi bisa di katakan sambil menyelam, tangkap Ikan,,, itulah yang paling pas, paling pas untuk saya Hihihih......

Tanpa harus banyak cerita, saya langsung saja mengabadikan apa yang sudah saya kunjungi  di blog saya, semoga menjadi kenangan buat saya sendiri di esok hari, kalau dulunya saya pernah bermukim tugas di Raja Ampat, dan sudah pernah mengujungi daerah  titik wisata ini,, dan bahwa saya bangga pernah mengunjungi tempat ini...
Gugusan pulau Pulau Kecil di Teluk Kabui

 
Berpose di Batu Pensil - Teluk Kabui

Batu Pensil - Teluk Kabui


Pantai Pulau Pianemo


Diatas Puncak Pianemo




Tampak Dermaga dan tangga Naik ke Atas Puncak di Pianemo

Pelabuhan tangga Naik Pianemo




Pulau Arborek

Tangga Naik Ke puncak Pianemo
Hari itu, titik objek Wisata yang kami kunjungi dan sudah terjadwal dalam sehari itu, meliputi Kawasan Teluk Kabui, yang di dalamnya ada gua di tepi laut yang dinamakan Gua Wawiyai, gua di dekat Kampung Wawiyai yang juga sering dikatakan Gua Kelelawar, gua yang menjadi tempat tinggal Kelelawar,  Kemudian kita melewati Gugusan pulau -pulau batu yang di antaranya ada yang dinamakan Batu Pensil,  setelah selesai mengarungi guguan pulau-pulau kecil itu dengan perlahan, kita meninggalkan kawasan teluk Kabui, menuju Pianemo, gugusan pulau kecil yang jika dilihat dari salah satu puncak tertingginya, maka kita akan merasakan pesona keindahan ciptaan Tuhan.. di tempat ini, kita singgah sebentar di Piaynemo Homestai untuk makan siang, setelah itu, kita memulai pendakian di Puncak gunung untuk menikmati indahnya gugusan pulau pulau yag di namakan Pianemo ini, inilah alternaif pertama jika tidak sempat mengunjungi Wayag, kawasan terindah yang menjadi ikon Wisata Kabupaten Raja Ampat.

Selanjutnnya kita memulai perjalanan ke titik Wisata  berikutnya dengan arah berbalik menuju mendekati arah  kembali ke kota Waisai, kota tempat kita memulai perjalanan, namun dengan jalur yag berbeda, pada perjalanan ke arah balik ini, kita mengunjungi Pulau Orborek, Pulau yang luasnya kurang lebih 1 hektar ini, terdapat 1 kampung yang di jadikan kampung wisata, pulau ini tanpa gunung, hanya bagaikan kumpulan pasir ditengah samudera, di pulau ini juga terdapat beberapa homestay, ya,, memang pualu ini sudah di jadikan kampung wisata, di area Pelabuhan yang berbahan kayu ini,, dari atas kita bisa menikmati indahnya ikan dan terumbu karang, ikan yang memang tidak untuk di pancing, ikan bebas milik alam namun jinak, seakan mereka tau, setiap ada yang datang, pasti akan menyelam menikmati mereka, ada juga yang memberi mereka makan.

Perjalanan selanjunya kita menyempatkan singgah di Raja Ampat Divo Lodge, salah satu resort di pulau Manswar yag menjadi bagian dari group PT Freeport, resort ini menawarkan nuansa Bali di dalamnya, sungguh impian yang luar biasa jika bisa bermaam di resort ini...

Dan perjalanan selanjunya adalah mengunjungi Pasir Timbul, ya,,, namanya pasir timbul,, adalah  padang pasir di tengah lautan, yang jika air laut sedang surut, maka akan menjadi suatu pulau pasir putih di tengah lautan, namun jika air laut sedang pasang, maka pulau itu akan tereendam air laut, tidak akan kelihatan lagi,, dan saat sore itu kita mengunjunginya, kita mendapatnya dalam keadaan terendam tanpa ada  barang sedikitpun yang nampak diatas permukaan laut. Maka kita lanjutkan perjalanan selanjutnya adalah Waiwo dive resort, resort yang bisa di kunjungi dengan lajan darat dari kota Wasiai, perjalanan selanjunya yang kita batalkan karena hari sudah menjelang sore adalah pulau Saonek Monde, Pulau kecil di depan Pelabuhan laut Waisai yang tidak kala mempesona, pulau yang luasnya  mungkin hanya 1 hektar itu, pantai pasir putihnya dan terumbu karangnya, bisa menjadi alternatif pertama untuk menyelam menikmati suasana laut yang penuh dengan terumbu karang.
Pantai di Raja Ampat dive Lodge Resort
Dan selesai juga perjalanan kita, di akhiri dengan merapat di pelabuhan kota Waisai, dijemput degan mobil Resrt tempat merereka menginap, dan saya juga naik motor balik ke kost..

sekian.... !!!!!!!!!!!1

Benteng Fort Du Bus - Kampung Lobo, Kaimana Papua

Peta Kabupaten Kaimana
Fort Du Bus merupakan benteng pertama pasukan Hindia Belanda yang berdiri di Papua. Berdiri pada 24 Agustus 1828.
Berdirinya benteng ini menandai dimulainya koloni Hindia Belanda di Papua. Nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies.
Meskipun daerah Papua sudah sejak tahun 1823 dianggap oleh pemerintah Belanda sebagai bagian dan tanah jajahan Belanda di Kepulauan Nusantara, kekuasaan pemerintah jajahan itu baru sungguh-sungguh terwujud di Papua pada akhir abad ke-l9.
Segera setelah pendirian benteng pertama ini, hubungan antara pihak Belanda dan penduduk pribumi ditentukan dalam surat-surat perjanjian. Surat perjanjian ini ditandatangani oleh Raja Namatote, Kasa (Raja Lokajihia), Lutu (Orang Kaya di Lobo, Mewara dan Sendawan). Mereka diangkat sebagai kepala di daerah masing­-masing oleh Belanda dengan diberi surat pengangkatan sebagai kepala daerah, berikut tongkat kekuasaan berkepala perak. Selain ketiga kepala daerah ini diangkat pula 28 kepala daerah bawahan.
Tampat Benteng Fort Du Bust


Kampung Lobo Dengan Latar Belakang Gunung - Diambil dari Laut

Perjalanan Menuju Kampung Lobo, Memasuki Kawasan Teluk Triton

Salah satu Tampat Gugusan pulau Kicul dalam Kawasan Teluk Triton

Kampung Lobo dari Kejauhan

Letak Kampung Lobo Pada Kawasan Teluk Triton Kabupaten Kaimana

Letak Kabupaten Kaimana pada Peta Indonesia
Benteng Fort Du Bus juga merupakan salah satu benteng tertua di indonesia, bersamaan dengan Benteng Rotterdam (Fort Rotterdam), Ujung Pandang. 1545, Benteng Keraton Buton, Bau Bau. 1597, Benteng Pendem Cilacap. 1861, Benteng De Kock (Fort De Kock), Bukittinggi. 1825, Benteng Victoria (Fort Victoria), Ambon. 1775, Benteng Vastenberg (Fort Vastenberg), Solo. 1745, Benteng Malborough (Fort Malborough), Bengkulu. 1713, Benteng Portugis (Fort Portugis), Jepara. 1632, dan Benteng Belgica (Fort Belgica), P. Banda. 1611.

Benteng Fort Du Bus terletak di Desa Lobo, kawasan teluk Triton kabupaten Kaimana Papua Barat, wabah malaria melanda sekitar benteng Fort Du Bus, Belanda meninggalkan benteng tersebut dan pindah ke Manokwari.

Teluk Triton ini memilki rentetan pulau-pulau kecil, batu karang , air yang jernih dan pemandangan pantai dan bawah laut yang indah, Teluk ini tersembunyi di dekat Kampung Lobo. Kini surga yang tersembunyi ini mulai dikenal oleh para ahli biologi laut, para penyelam, dan mereka yang suka datang dan menikmati saat-saat matahari terbenam, dengan pemandangan langit yang spekatakuler. Mereka menjuluki lokasi ini sebagai “ The Fish Empire,” selaian julukan “Kota Senja”, ada juga yang menyebutnya” The Lost Paradise.” Para ahli-ahli itu telah berhasil mengidentifikasi 937 jenis ikan laut dan beberapa di antaranya adalah spesies baru yang hanya bisa ditemukan di Kaimana. Mereka juga telah menemukan 492 jenis terumbu karang yang berbeda dan 6 di antaranya adalah jenis baru yang tidak ditemukan ditempat lain di dunia dan semuanya dalam kondisi sehat, mereka juga menemukan 27 Jenis udang lobster, dan 16 jenis penyu hijau. Teluk Triton ini memang masih belum populer dikalangan pencinta fotografi, atau orang-orang suka perpetualang dibanding lokasi-lokasi wisata pantai dan bawah laut lainnya di Indonesia tetapi sudah cukup banyak wisatawan yang datang berkunjung ke sini, baik wisatawan asing maupun domestik.



Suasana dalam Kampung Lobo - Kaimana
kata yang tepat untuk menggambarkan istimewanya keindahan Teluk Triton di Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Bagi pecinta traveling, Teluk Triton bak surga yang menawarkan kesempurnaan. Tak tanggung-tanggung di sini Anda akan dimanjakan dengan berbagai pengalaman berbeda.

Coba tenggok daerah Maimai. Di dinding tebing karang sepanjang sekitar 1 kilometer terdapat lukisan kuno peninggalan zaman prasejarah. Anda bisa menyaksikan berbagai lukisan etnik berupa telapak tangan, tengkorak, dan binatang. Yang menarik lukisan ini dibuat di lokasi tebing karang yang sulit dijangkau dengan tangan telanjang. Meski sudah berabad-abad lamanya lukisan dari bahan pewarna alami tersebut masih tampak jelas hingga saat ini.

Pemandangan situs lukisan kuno di tebing karang adalah awal dari perjalanan anda di Teluk Triton. Kejutan lain bisa anda temukan di sekitar Kampung Lobo. Anda akan menjumpai pemandangan langka berupa atraksi mamalia raksasa di sekitar perairan  kampung ini. Sebagai habitat paus Bryde's tak sulit untuk menjumpai mamalia ini. Semburan air ke udara dari lubang di punggung paus menjadi penanda atraksi ini bisa segera anda nikmati dari atas kapal.

Eloknya, paus-paus di sini hidup harmonis dengan masyarakat Teluk Triton. Meski hidup sebagai nelayan, masyarakat di sini tidak memburu mamalia ini. Mereka menganggap mamalia ini sebagai keluarga bahkan penyelamat. Tak heran jika binatang yang bisa mencapai ukuran hingga 12 meter ini tak segan-segan menampakkan diri bermain di sekitar perahu nelayan.

Saat air laut di sini teduh, kesempatan anda menyaksikan paus Bryde's semakin mudah. Bagi pecinta selam dan pemburu foto underwater, kesempatan langka untuk bermain dan mengabadikan polah binatang raksasa ini rasanya sayang jika dilewatkan.

Masih di Kampung Lobo anda juga bisa menyaksikan jejak peninggalan Hindia Belanda berupa tugu "Fort du Bus". Dari tugu ini bisa dipastikan pada tahun 1828 di Lobo pernah berdiri benteng dan pos administrasi Hindia Belanda bernama Fort du Bus.

Nama Ford du Bus diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies. Berdirinya benteng ini menandai dimulainya koloni Hindia Belanda di tanah Papua. Pada masa tersebut pemerintah Hindia Belanda bahkan mengangkat tiga penduduk pribumi masing-masing adalah Raja Namatota, Raja Lokajihia yaitu Kasa, dan Lutu (orang terpandang di Lobo, Mewara dan Sendawan) sebagai kepala di daerah masing-masing.

Wabah malaria yang menyerang Lobo pada tahun 1835 mengubah keadaan. Wabah ini membunuh sebagian besar tentara Hindia Belanda di sana. Akhirnya benteng ini pun ditinggalkan.

Bagi pecinta selam, Anda wajib untuk membawa perlengkapan selam anda. Di Teluk Triton keindahan alam bawah lautnya sayang jika dilewatkan. Di sini, lokasi menyelam (dive site) yang biasa dikunjungi ada di seputar Temintoi, Selat Iris. Kekayaan alam bawah lautnya jelas tak diragukan lagi. Menurut data Conservation International (CI) Indonesia tahun 2006, perairan Teluk Triton memiliki 959 jenis ikan karang, 471 jenis karang (16 diantaranya jenis baru), dan 28 jenis udang mantis.

Puas menyelam, menu perjalanan terakhir adalah menikmati indahnya senja Kaimana. Senja di sini bukan sembarang senja. Jika cuaca cukup baik, bisa dipastikan senja di Kaimana akan memberi hiburan tak terlupakan. Kala senja, torehan semburat jingga merata di langit Kaimana. Dari Teluk Triton kemengahan senja terasa saat bola raksasa hangat laksana tenggelam di telan lautan.

Untuk menjumput indahnya surga di Teluk Triton, transportasi satu-satunya adalah menggunakan jalur laut. Sayang, di sini belum tersedia kapal wisata reguler yang melayani rute perjalanan di atas. Anda bisa mencapainya dengan menggunakan speedboat sewaan dari pelabuhan Kaimana. Biaya sewa speedboat dari Kaimana dibandrol sekitar Rp. 4-5 juta per hari.

Sumber :

Logo POPNAS XIII / 13 Jawa Barat 2015


Sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Olahraga H. Kamarul Bachri kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (24/9), “Selaku tuan rumah tentunya Jabar menargetkan menjadi Juara Umum pada Popnas XIII-2015 mendatang. Untuk itu, mulai dari sekarang, kita susun rencana kegiatan/ program yang bermuara pada Popnas 2015.”

Dikatakannya, sebagai tuan rumah, ada empat (4) sukses yang ingin dicapai Jabar yaitu Sukses Penyelenggara; Sukses Prestasi; Sukses Ekonomi Kerakyatan dan Sukses Administrasi. Karena kita tidak ingin setelah pasca Popnas, ada pejabat yang dipanggil aparat penegak hukum gara-gara administrasi yang tidak beres. “Ini jangan sampai terjadi,” tegasnya.

sedangkan mengenai hasil capaian Popnas yang baru saja usai, Jabar yang hanya mampu berada di posisi III besar, jauh dibawah Jakarta dan Jatim dengan perolehan medali 29 Emas; 26 Perak dan 54 Perunggu. Bahkan ada 3 cabor, Jabar tidak memperoleh medali yaitu Bola Basket, Sepak Bola dan Sepak Takraw.

Disorda Jabar, akan mengkaji dan mengevaluasi dimana titik kelemahan kontingen Popnas Jabar. “Apakah dari persoalan sistem rekrutment, pembinaan atlet atau soal terbatasnya anggaran”, ujarnya.

Sebagai tuan rumah, tentunya kita berharap dan menginginkan masalah non teknis tidak terjadi lagi. “Memang prestasi terbaik harus dicapai. Namun, dalam event multi olahraga diutamakan untuk menjunjug tinggi nilai sportifitas, kejujuran dengan segala daya juang, paham kelemahan diri sendiri dan dapat mengetahui kelemahan lawan, sehingga prestasi tercapai,” harapnya.

Rekruitmen pelajar yang masuk pemusatan latihan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jabar. Selama dalam pembinaan akan dilakukan pembinaan bertingkat, berjenjang dan bekelanjutan yang bermuara untuk pencapaian prestasi pada ajang Popnas 2015 dan bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi atlet Jabar pada ajang PON XIX 2016 di Jabar. 

Sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olaahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIII 2015 mendatang, Jawa Barat mentargetkan untuk meraih juara umum. Untuk mencapai hal tersebut, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jawa Barat tengah menyusun beberapa kegiatan, baik yang menyangkut sarana-prasarana dan rekrutment atlet, termasuk juga soal pendukung kesuksesan sebagai tuan rumah.

Logo SM3T - Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal

Tentang SM-3T

Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru
Tujuan
  1. Membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik.
  2. Memberikan pengalaman pengabdian kepada sarjana pendidikan sehingga terbentuk sikap profesional, cinta tanah air, bela negara, peduli, empati, terampil memecahkan masalah kependidikan, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa, serta memiliki jiwa ketahanmalangan dalam mengembangkan pendidikan pada daerah-daerah tergolong 3T.
  3. Menyiapkan calon pendidik yang memiliki jiwa keterpanggilan untuk mengabdikan dirinya sebagai pendidik profesional pada daerah 3T.
  4. Mempersiapkan calon pendidik profesional sebelum mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Ruang Lingkup
  1. Melaksanakan tugas pembelajaran pada satuan pendidikan sesuai dengan bidang keahlian dan tuntutan kondisi setempat.
  2. Mendorong kegiatan inovasi pembelajaran di sekolah.
  3. Melakukan kegiatan ekstra kurikuler.
  4. Membantu tugas-tugas yang terkait dengan manajemen pendidikan di sekolah.
  5. Melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program pembangunan pendidikan di daerah 3T.
  6. Melaksanakan tugas sosial kemasyarakatan.
Sumber Kutipan : http://majubersama.dikti.go.id/tentang/tentang-sm-3t/
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ardi La Madi's Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger