Request logo by Novi Alim Murdani
Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara atau Korpaskhasau merupakan
pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur
darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya,
tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan
mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya
menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan(OP3UD)
Visi :
“Menjadi Prajurit Korpaskhas yang Profesional, Bermoral, Bermartabat dan berwawasan Nasional”
Profesional : Terdirik, terlatih dilengkapi dengan persenjataan yang memadai dan melaksanakan tugas secara efektif dan efisien.
Bermoral : Sikap, Tindak dan Ucapan Merupakan Langkah Baik.
Memiliki Berwawasan Nasional : Memiliki Pengetahuan dalam segala bidang dan melaksanakan setiap tugas yang diemban berdasarkan kepentingan negara.
Misi :
”Melaksanakan Operasi Militer Khususnya dalam Rangka Mendukung Tugas TNI Angkatan Udara”.
Untuk Mewujudkan Misi Tersebut Korpaskhas Sebagai Kotama Pembinaan TNI AU Melaksanakan Kegiatan Sebagai Berikut :
a. Membina Kekuatan, kemampuan dan kesiapan operasional paskhas dalam rangka mendukung tugas TNI AU.
b. Membina kemampuan dan kekuatan personil maupun materil Korpaskhas, dalam rangka mendukung tugas TNI AU.
c. Membina kemampuan Korpaskhas dalam melaksanakan pertahanan alutsista, Daludpan, Dalpur, Dallan dan Sarpur.
d. Membina kemampuan dan kesiapan operasional Korpaskhas dalam melaksanakan operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.
e. Membina kemampuan dan kesiapan operasional Korpaskhas dalam melaksanakan operasi khusus.
Berawal
dari permintaan Gubernur Kalimantan Mohammad Noor kepada Kasau Marsekal
Soerjadi Soerjadarma untuk menerjunkan pasukan payung di Kalimantan
guna membantu perjuangan rakyat Kalimantan, disambut baik oleh Kasau
dengan menunjuk Tjilik Riwut untuk menyiapkan prajurit-prajurit auri
melaksanakan tugas penerjunan di Kalimantan.
Pada
tanggal 17 Oktober 1947 dini hari sebuah pesawat dakota memecah
keheningan daerah Maguwo lepas landas menyeberangi lautan dan menelusuri
belantara rimba Kalimantan menuju Kotawaringin sebagai daerah sasaran
penerjunan. Pesawat dakota yang diawaki Kapten pilot Bob Freeberg
dengan Copilot Makmur Suhodo serta dibantu jump master amir hamzah dan
pemandu jalan mayor tjilik riwoet bersama 13 pejuang prajurit auri
sebagai satgas dakota ri-002 siap melaksanakan penerjunan di
kotawaringin, kalimantan untuk meneruskan perjuangan bangsa indonesia.
Tepat
pukul 07.00 wib pesawat dakota yang membawa 13 pejuang prajurit AURI
berada diatas sasaran melakukan penerjunan di daerah Sambi,
Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Tugas yang dibebankan kepada
ketigabelas peterjun tersebut adalah membentuk dan menyusun gerilyawan,
membantu perjuangan rakyat Kalimantan, membuat stasiun radio untuk
perhubungan Yogyakarta– Kalimantan serta mengusahakan dan menyempurnakan
daerah penerjunan untuk dijadikan daerah penerjunan selanjutnya.
Peristiwa
penerjunan yang dilakukan oleh tigabelas prajurit AURI di Kalimantan
tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya satuan tempur
Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang dikukuhkan duapuluh tahun kemudian
berdasarkan keputusan Men/Pangau nomor 54 tahun 1967, tanggal 12
Oktober 1967 bahwa tanggal 17 Oktober 1947 ditetapkan sebagai hari jadi
Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) tanggal itu pun merupakan awal
sejarah penerjunan oleh prajurit TNI yang merupakan operasi penerjunan
pertama di indonesia serta dapat dikatakan untuk yang pertama kalinya
operasi lintas udara dilakukan di Indonesia.
Dalam
perjalanan sejarahnya dan dengan dinamika penyempurnaan organisasi
serta pemanatapan satuan-satuan TNI maka berdasarkan keputusan
Kasau nomor kep/22/iii/1985, tanggal 11 maret 1985, Kopasgat berubah
menjadi Pusat Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Puspaskhas). Melihat
perkembangan tugas, peran, fungsi dan eksistensi satuan-satuan paskhas
dalam operasi gabungan tni maupun sistem operasi udara diyakini semakin
nyata dan sangat relevan, serta seiring dengan penyempurnaan organisasi
TNI dan TNI Angkatan Udara tanggal 7 juli 1997 sesuai Kep Pangab nomor
kep/09/VII/1997, status Puspaskhas ditingkatkan dari Badan Pelaksana
Pusat menjadi Komando Utama Pembinaan sehingga sebutan Puspaskhas
berubah menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas).
Berdasarkan
skep Kasau nomor skep/73/III/1999 tanggal 24 Maret 1999, Korpaskhas
membawahi 3 wing paskhas, detasemen bravo dan detasemen kawal protokol
paskhas. Setelah berubah status menjadi kotama pembinaan dan sebagai
konsekuensi dari skep kasau diatas maka pada bulan September 1999
dibentuklah satuan wing paskhas yang terdiri dari :
Untuk
wilayah barat, Wing I Paskhas di Jakarta, membawahi tiga skadron
paskhas dan empat flight paskhas bs, dan untuk wilayah timur, Wing II
Paskhas di Malang membawahi tiga skadron paskhas dan dua flight paskhas
bs serta Wing III Diklat Paskhas di Bandung membawahi 3 satuan
pendidikan.
Sejak
kelahirannya hingga sekarang ini, dengan Motto Karmanye Vadikaraste
Mafalesu Kadatjana yakni menunaikan tugas tanpa menghitung untung dan
ruginya, korpaskhas telah mendarmabaktikan dirinya di berbagai medan
operasi militer baik di dalam negeri maupun luar negeri serta
tugas-tugas lain dibidang kegiatan sosial kemasyarakatan dalam upaya
mensejahterakan dan mengatasi kesulitan yang dialami bangsa Indonesia
guna mensukseskan cita-cita nasional yaitu masyarakat adil dan makmur.
Motto tersebut senantiasa selalu melekat dalam jiwa prajurit korpaskhas
dalam pelaksanaan tugas di manapun dan kapanpun sehingga jiwa dan raga
prajurit korpaskhas dikorbankan demi kejayaan dan kesatuan negara dan
bangsa tercinta, republik Indonesia.
“KARMANYE VADIKARASTE MAFALESU KADATJANA”
ARTI DAN MAKNA
Pataka Korpaskhas
Pataka
Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara dengan warna dasar
kuning, lambang kemegahan TNI Angkatan Udara dan Badge Korpaskhas,
mengandung arti :
- Lambang Kemegahan TNI AU, adalah Swa Bhuana Paksa, Berarti “Sayap Tanah Air”.
- Warna Kuning, melambangkan luhur, yang artinya keluhurun Budi, Bahwa prajurit Korpaskhas melandasi pelaksanaan tugas dan menjalankan kewajiban serta tanggung jawabnya dengan budi yang luhur.
Emblem Korpaskhas
Garuda terbang membawa senjata pamungkas, trisula serta tali/Pita Pengaman/Pengikat, mengandung arti :
- Umum Korpaskhas adalah Pasukan berkemampuan Para Komando (Parako) Tempu dari TNI Angkatan Udara yang mampu menumpas segala macam musuh/tantangan darimanapun juga. Dalam melaksanakan tugas prajurit Korpaskhas selalu dinaungi kebijaksanaan induknya yaitu TNI Angkatan Udara.
- Trisula merupakan senjata pemungkas, dalam penugasan prajurit Korpaskhas dapat digunakan dari tiga media yaitu media udara, darat serta laut. Untuk menumpas segala bentuk ancaman/tantangan serta menjadi pengawal tegaknya Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
- Cakra adalah senjata pamungkas yang mengawal “Swa Bhuwana Paksa” khususnya dan Pancasila umumnya serta penyapu bersih semua musuh/tantangan.
- Pita/Tali pengikat/pengaman, adalah penginkat serta peneguh dari ikatan yang kompak dari semua langkah dan gerak dari atas sampai ke bawah, sesuai dengan bunyi tulisan/semboyan Korpaskhas“Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadjana” yang berarti “Kerjakanlah Tugasmu Dengan Rasa Tanggung Jawab tanpa menghitung-hitung Untung Rugi, Tampa Tanya-tanya Apa Nanti Akibatnya”.
- Padi dan Kapas, segala tugas tersebut 1 sampai 4 dilaksanakan tanpa melupakan kesejahteraan anggota.
Badge Korpaskhas
Badge
Korpaskhas berbentuk Perisai dengan warna dasar Merah yang dibatasi
dengan warna Putih dan didalamnya terdapat Payung Udara, Senapan
Bersangkur dan meriam, mengandung arti :
- Perisai. Bahwa Korpaskhas sebagai Pasukan Tempur TNI Angkatan Udara adalah Perisai Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah.
- Warna Merah. Merah berarti bahwa Korpaskhas berani membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.
- Warna Putih. Putih berarti Suci, bahwa Prajurit Korpaskhas memiliki kesucian jiwa ksatria yang berti suci, bahwa Korpaskhas memiliki kesucian jiwa ksatria yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Warna Hitam pada Senjata. Warna hitam melambangkan keyakinan, bahwa Korpaskhas dengan keyakinan atas kemampuan yang dimiliki prajurit mampu melaksanakan tugas dan kewajiban serta tanggung jawab yang dibebankan.
- Payung Udara. Payung udara melambangkan bahwa Korpaskhas mampu diterjunkan dari udara sebagai Pasukan Para Komando.
- Senapan Bersangkur. Senapan Bersangkur melambangkan tugas dan tanggung jawab Korpaskhas dalam merebut, membentuk dan mengendalikan tumpuan Udara.
- Padi dan Kapas, segala tugas tersebut 1 sampai 4 dilaksanakan tanpa melupakan kesejahteraan anggota.
Sumber : http://tni-au.mil.id/content/korpaskhasau-0
0 Komentar