Logo TVRI dari Masa ke Masa

1 Comment
Semoga bermanfaat bagi anda yang membutuhkan,
selamat datang di kota saya
Logo TVRI tahun 1962 -1974
Logo TVRI tahun 1974 - 1982
Logo TVRI tahun 1982 - 1998
Logo TVRI tahun 1998 - 2001
Logo TVRI tahun 2001 - 2003
Logo TVRI tahun 2003 - 2007
Logo TVRI tahun 2007 - sekarang
 

Logo Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang 13

Add Comment
Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang 13/Parigha Bhuana Yudha (disingkat Yon Arhanudse 13) merupakan satuan bantuan tempur di bawah komado Kodam I/Bukit Barisan. Batalyon ini juga sering disebut Batalyon Arhanudse 13/Belibis karena lambang satuannya adalah burung Belibis. Yon Arhanudse 13 bermarkas di Pekanbaru, Riau, tetapi empat pucuk meriam di tempatkan di Natuna sebagai satuan penembak Arhanud. Komandan Saat ini dijabat oleh Letkol Arh I Made Sudiana.
Batalyon ini didirikan pada tanggal 17 Oktober 1966 dengan Danyon pertama Mayor Art Coleman. Berdasarkan Radiogram Men Pangad Nomor : TR/129/1966 tanggal 17 Oktober 1966, maka Yon Arhanudse 13 diberi nama kesatuan Parigha Bhuana Yudha, dimana Parigha berarti Pemukul, Bhuana berarti Angkasa, Yudha adalah Peperangan. Dengan nama itu Batalyon ini diharapkan menjadi Senjata pemukul di angkasa yang dahsyat dalam peperangan.

Sejarah

Satuan Yonarhanudse 13 dahulunya masih disebut Yonarsuse 13 dibentuk berdasarkan kebutuhan organisasi Artileri TNI AD pada tahun 1965 untuk melindungi obyek-obyek vital terhadap serangan udara, karena pada masa itu Indonesia sedang konfrontasi dengan Malaysia. Berdirinya satuan Yonarhanudse-13/BS pada saat itu bersama-sama dengan satuan Arhanud lainnya dalam jajaran TNI AD dengan satu proyek dikenal dengan proyek 515. Proyek ini terdiri dari 5 (Lima) Batalyon Artileri Sasaran Udara Sedang (Arsuse), 1 (satu) Batalyon Artileri Sasaran Udara Ringan (Arsuri) dan 5 (Lima) Detasemen Radar. Untuk Yonarhanudse 11 termasuk di dalam salah satu dari 5 (Lima) Batalyon Arsuse.
Pada tanggal 19 Maret 1965, dikenal dengan adanya Operasi Gigih. Kohanudnas melaksanakan gerakan pemindahan gerakan personel dari pulau Jawa ke pulau Sumatera dengan 2 gelombang. Gelombang pertama pada bulan Juni 1965 dan gelombang kedua pada bulan September 1965 di Pekanbaru. Setelah Debarkasi, diadakan latihan Arhanud selama 3 bulan, dan pada bulan September 1965 telah digelar dua Baterai Arhanudse di komplek lapangan udara Simpang Tiga Pekanbaru dalam rangka Operasi Dwikora. Datangnya personel dan material embarkasi dua, pada bulan September 1965, termasuk dua stasiun P-20, dipandang perlu melaksanakan latihan secara menyeluruh pada bulan Februari 1966, pertahanan udara melaksanakan tugas Dwikora.

Tugas & Operasi

  • Operasi Dwikora di Pimpin Mayor Art Coleman di Irian Jaya TMT 1965 s.d 1967
  • Operasi Pangan Karya Bhakti di Pimpin Mayor Art Suparno Tahun 1966
  • Operasi Ayam Alas di Pimpin Lettu Art Susanto Tahun 1966
  • Operasi Bina Dharma Andalas di Pimpin Letda Art Usep Suhamijaya Tahun 1971
  • Operasi Darat Natuna di Pimpin Letda Art M Toyib Tahun 1983-1984
  • Operasi Pam NAD di Pimpin Lettu Art Kasno Tahun 1999
  • Operasi Pam Horizontal Maluku Utara di Pimpin Kapten Art M Imran ,S.PD Tahun 2003
  • Operasi Darat Natuna di Pimpin Lettu Art Wendra Tahun 2006

Lambang Satuan

  • Bentuk bendera Empat persegi panjang dengan ukuran Lebar : 12 cm + 5 cm Jumbai, Panjang : 58 cm + 5 cm Jumbai.
  • Panjang tiang: 2,5 cm, Tinggi Mahkota : 25 cm
  • Tata Warna : Hijau (sebagai dasar), Merah Biru dan Hitam.
  • Lukisan dan Susunan. Pada muka sebelah kanan terdapat Pataka Kodam I/Bukit Barisan. Pada muka sebelah kiri terdapat Tunggul Yonarhanudse 13/BS diatas dasar Hijau dari kain beludru. Tambang dengan lilitan burung Belibis terbang, lima pucuk anak Panah, busur terantang seutas pita bertuliskan semboyan “Parigha Bhuana Yudha”.
  • Surya sangkala Kilating Lindu Gapuraning Swarga, memiliki arti Teguh dalam Cobaan menuju Pintu Keagungan. Surya sengkala tersebut bermakna bilangan; Kilat (6), Lindu (6), Gapura (9), Swarga (1). Suryasengkala tersebut mengandung makna tahun 1996, tahun kelahiran Yon Arhanudse 13.
  • Dasar, berwarna Hijau dari kain beludru melammbangkan jiwa TNI-AD sebagai alat perjuangan kepercayaan Rakyat dan Negara.
  • Jumbai berwarna Kuning Emas, melambangkan keagungan dan keluhuran budi.
  • Lukisan Tambang melingkar dengan 45 lilitan, tambang melambangkan Pertahanan. Melingkar melambangkan kekuatan Tekad 45, lilitan melambangkan perjuangan 45. Dimaksudkan selalu tangguh terhadap cobaan serta berkeyakinan bulat guna kekuatan perjuangan 45.
  • Burung Belibis sedang terbang dengan bulu sayap 7 helai dan ekor 5 helai. Burung Belibis melambangkan mahir dalam bersiasat, sedangkan terbang melambangkan Ketrampilan. 7 helai melambangkan Sapta Marga. 5 helai melambangkan Sumpah Prajurit. Dimaksudkan bahwa selalu dapat menunaikan tugasnya dengan cepat dan tepat dan selalu berpegang kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
  • 5 pucuk anak panah tegak keatas. 5 melambangkan Pancasila. Anak panah melambangkan senjata ampuh, tegak keatas melambangkan membinasakan musuh-musuh perjuangan yang mengancam Negara serta selalu berpedoman pada Pancasila.
  • Busur terentang 13 ruas. Busur terentang melambangkan kesiapsiagaan tertinggi, 13 ruas pegangan busur melambangkan Yonarhanudse 13. Dimaksudkan agar Yonarhanudse 13 setiap saat selalu siap menerima Komando serta melaksanakannya guna kebesaran keluarga Kodam I/Bukit Barisan khususnya serta keluhuran Bangsa dan Negara umumnya. Busur dan anak panah melambangkan senjata yang ampuh bila dipersatukan, dimaksudkan agar selalu memupuk persatuan dan Kesatuan (Gotong Royong) baik antara Angkatan maupun dengan Rakyat.
  • Seutas pita bertuliskan semboyan "Parigha Bhuana Yudha".

Pranala luar

dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Batalyon_Artileri_Pertahanan_Udara_Sedang_13

Logo Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang 10

1 Comment
Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang 10/Agni Buana Cakti (Yon Arhanudse 10) merupakan Satuan Bantuan Tempur di bawah komando Kodam Jaya. Batalyon ini juga lebih dikenal dengan Yon Arhanudse 10/Gagak karena lambang satuannya adalah burung Gagak. Yon Arhanudse 10 berkedudukan di Bintaro yang terdiri dari Markas Batalyon, Baterai Markas, Baterai Q, R, dan S, sedangkan Baterai PP berkedudukan di Lagoa Kanal Tanjung Priok. Komandan saat ini adalah Letnan Kolonel Arh Chandra Wijaya.
Batalyon ini berdasarkan Skep Menpangad No : Kep / 1145 / 12 / 1978, mendapatkan nama kesatuan Agni Buana Cakti dimana Agni berarti Api, Bhuana berarti Jagat dan Angkasa, sedangkan Cakti berarti Ampuh. Jadi nama tersebut mengartikan bahwa Yonarhanudse 10 adalah suatu kekuatan yang abadi bagaikan api ampuh yang sanggup menghancurkan/membinasakan musuh terutama yang datang dari Udara.
Batalyon ini berdiri pada tahun 4 Desember 1962, yang dilambangkan dengan surya sengkala Asta Rinengga Kusuma Yudha, yang dalam ilmu Surya sengkala Jawa bermakna bilangan 1962, dan memiliki arti "Suatu kekuatan yang dapat menjadi keharusan di dalam perang”. Surya sangkala tersebut dituliskan melingkar pada leher dari kepala tiang tunggul/bendera ini.

Sejarah

Kesatuan ini merupakan salah satu Batalyon yang dibentuk dalam rangka Proyek Pertahanan Udara Angkatan Darat (HANUDAD) berdiri pada pereode yang bersamaan dengan 4 Batalyon lainnya yaitu Arhanudse 6,7,8 dan 9. Anggota awal Ybanyak yang bersumber dari personel yang dididik dari Dodik Kalimantan, Malino/Ujung Pandang, Pandegelang dan sebagainya.
Sebelum Batalyon ini dibentuk secara resmi personelnya sebagian besar berasal dari CADUAD (Cadangan Umum Angkatan Darat) yang ditampung dan dididik PUSLATSAT Yosowilangun /Lumajang.Batalyon ini terkenal dengan sebutan Yon Biru serta sebagai pejabat waktu itu adalah Kapten Art Yulius kemudian diganti oleh Kapten Art Basyarudin yang selanjutnya dikenal sebagai Dayonarsuse 10 yang pertama. Latihan tersebut ditutup dengan Upacara Militer pada tanggal 4 Desember 1962 dan seba¬gai Irup Letjen A. Yani Alm. serta untuk selanjutnya tanggal 4 Desember ditetapkan sebagai hari jadi Yonarhanudse 10 dan sebagai Hari Artileri.
Pada tanggal 14-2-1963 Yonarhanudse 10 dipindahkan kedudukannya dari Puslatsat Yosowilangun/Lumajang ke Tanjung Priok Jakarta, hingga akhirnya pada 1980 Yonarhanudse 10 dipindahkan dari Lagoa Kanal Tanjung Priok ke Bintaro.

Arti Lambang

  • Dasar dari beludru berwarna hijau menunjukkan medan dimana Angkatan Darat melaksanakan pengabdiannya kepada negara.
  • Jumbai ditepi Tunggul berwarna kuning emas, melambangkan keluhuran budi dan cita-cita.
  • Lilitan tali melingkar berwarna kuning emas berjumlah 62 berarti Pertahanan melingkar dari kesatuan Pertahanan Udara yang sangat kuat, 62 diartikan kelahiran Yonarhanudse 10 pada tahun 1962.
  • Bintang bersudut lima Kuning Emas diartikan setiap prajurit yang bernaung di bawah Tunggul “AGNI BHUANA CAKTI” adalah Pancasilais sejati.
  • Warna dasar dalam lingkaran Biru langit. Menggambarkan warna alam dimana Kesatuan Pertahanan Udara melaksanakan tugas pokoknya yaitu pengawal Angkasa, sedangkan Biru diartikan Taat dan setia.
  • Gelombang air berwarna Hitam dan terdiri dan Tiga baris diartikan kecuali tugas pokok Yonarhanudse 10 mengenal juga tugas tambahan didarat dan di Laut. Disini juga diartikan bahwa setiap Prajurit Yonarhanude 10 adalah pengawal Doktrin “TRI UBAYA CAKTI” hlitam diartikan Tahan Uji dan Abadi.
  • Busur dan Anak Panah melambangkan kesenjataart Pertahanan Udara, suatu alat yang digunakan untuk menghancurkan lawan terutama yang datang dari udara. Busur terdiri dari ruas bulu anak panah 7 helai, dinamakan setiap Prajurit Yonarhanudse 10 memegang teguh Sumpah Prajurit din berpedoman kepada Sapta Marga dalam melaksanakan tugasnya. Merah diartikan Tanggung jawab dan membela kebenaran.
  • Burung Gagak berwarna Hitam dengan posisi: Kepala mengarah keatas : diartikan Yanarhanudse 10 setiap saat menjaga udara dengan waspada. Menyengkram Busur dan anak Panah : diartikan setiap saat bila timbul, terutama lawan dari udara akan segera cepat disapu habis. Gambar nyala api didadanya melambangkan semangat yang menyala-nyala di dalam melaksanakan tugasnya dan bersifat dinamis, 4 lidah api besar dan 12 lidah api kecil diartikan tanggal dan bulan kelahiran Yonarhanudse 10 yaitu 4 Desember. Bulu sayap dan ekor berjumlah 10 lembar : menunjukkan Kesatuan Yonarhanudse 10.
  • Burung Gagak mempunyai sifat yang menonjol Yaitu : Cerdik, Girang dan waspada dimaksud. Prajurit Yonarhanudse 10 memiliki sifat-sifat : Tegas waspada dan bijaksana, tidak mengenal kompromi di dalam penumpasan musuh Revolusi.
  • Pita kuning bertuliskan Motto (berwarna hitam) Agni Bhuana Cakti

Tugas & Operasi

  • Operasi Lintas bebas didaerah Kodam IX dan XII.
  • Tugas Pengamanan Ganefo I.
  • Operasi Penumpasan G 30 S/PKI.
  • Operasi Jaya Wibawa II.
  • Kontingen Garuda V, VII, VIII.
  • Operasi Timor Timur.
  • Operasi Pam Pemilu.
  • Batalyon Dinas Garnisun.
  • Tugas Den PHH.
  • Tugas Patmor.
  • Pengamanan KTT
  • Operasi di Aceh dalam satuan tugas Intelijen.

Pranala luar

dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Batalyon_Artileri_Pertahanan_Udara_Sedang_10

Logo Batalyon ARHANUDSE 6 BALADIKA AKACA YUDHA

Add Comment

 

SEJARAH SINGKAT BATALYON ARHANUDSE 6/BAY

PENDAHULUAN

l.    Artileri Pertahanan Udara Sedang ( Arhanudse ) sebelumnya bernarna Artileri Sasaran Udara Sedang ( Arsuse ) merupakan Satuan Bantuan Tempur yang dilengkapi Meriam berkaliber 20 mm sampai dengan 57 mm sebagai senjata pokok, ditambah kelengkapan lainnya.  Dengan tugas pokok, ditambah meniadakan atau mengurangi daya dan basil guna serangan udara musuh baik yang dilakukan oleh pesawat udara maupun peluru kendali balistik.

2.    Disamping tugas pokok melaksanakan pertahanan udara dari serangan musuh, juga dapat melaksanakan tugas tambahan berupa penembakan langsung terhadap sasaran yang datang dari darat dan laut.


LAHIRNYA YONARHANUDSE-6


1.    Terbentuknya Batalyon Arhanudse 6 merupakan perwujudan dan rencana pembangunan delapan tahun TNI Angkatan Darat dalam rangka pembangunan Komando Pertahanan Udara Angkatan Darat.

2.    Pada saat dibentuknya bernama. " Batalyon Kuning" berkedudukan di Yosowilangun - Jawa Timur.

3.     Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Panglima Angkatan Darat Nomor : Skep/Kpts-1620 /II/ 1962 tanggal 26 Nopember 1962 terhitung mulai tanggal 4 Desember 1962 disahkan menjadi Batalyon Artileri Sasaran Udara Sedang 6 ( Yonarsuse 6) berama dengan empat Batalyon Arsuse lainnya.

4.     Setelah disahkan menjadi Batalyon Arsuse 6/57, berdasarkan Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : SP-1 14-2/2/1983 tanggal 04 Pebruari 1963, kedudukan Satuan dipindahkan dari Yosowilangun- Jawa Timur ke Tanjung Priok Jakarta Utara.


PERKEMBANGAN SATUAN
1.    Periode 1962 - 1965.        

a.    Setelah pengesahan sebagai satuan Organik Kodam V/Jaya, terhitung mulai tanggal 5 Maret 1965 Danyonarhanudse 6/57 meresmikan berdirinya Persit Kartika Chandra Kirana Yonarsuse 6 dengan Ketuanya Ny. S. Kadi berdasarkan Surat Keputusan Danyonarsuse 6 Nomor : Kep-86/03/1965 tanggal 3 Maret 1965.

b.     Berdasarkan Tekegram Ass-2 Men/Pangab Nomor : T-1909/1965 tanggal 26 Juli 1965, istilah Arsuse diubah menjadi Arhanudse dengan demikian Yonarsuse-6 berubah menjadi Yon¬arhanudse 6.

2.    Periode 1965 -1970.

a.     Mayor Art S. Kadi ditetapkan sebagai Komandan Brighanud 1;Dam V/Jaya, sebagai penggantinya ditunjuk Mayor Art Iskandar Nrp. 223270 sebagai Komandan Batalyon Arhanudse 6 yang baru, berdasarkan Surat Perintah Pangdam V,/Jaya Nomor : Sprin/340-3/8! 1965 tanggal 2 Agustus 1965.

b.    Sesuai Surat Keputusan Pangdam V/Jaya Nornor : Kep-174-319/1969 tanggal 10 Nopember 1969 diresmikan pemakaian Tunggul Batalyon Arhanudse 6  “Bhaladika Akasa Yudha” dalam suatu upacara militer dilapangan parkir timur Senayan Jakarta. Maka sejak tanggal 10 Nopember 1969 secara resmi Yonarhanudse-6/1/Dam V/Jaya rnenggu¬nakan Tunggul    “Bhaladika Akasa Yudha”.

3.    Periode 1970 - 1975.        Sesuai Surat Perintah Danmenarhanud I Dam V/ Jaya Nomor Sprin /42-3/VI/1970 tanggal 10 Juni 1970 Mayor Art Iskandar Nrp. 223270 ditetapkan sebagai Kasmenarhanud 2 Dam VI/Siliwangi.    Sedangkan Jabatan Danyonarhandse 6 dijabat oleh Kapten Art E. Djuhandar Nrp. 232924 ( KoloneI Pur ).

4.    Periode 1975 – 1980

a.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor : Sprin/006-3/ I / 1975 tanggal 16 Januari 1975 Letkol Art E. Djuhandar Nrp. 232924 ditetapkan sebagai Pamen DPB  Pangdam V/Jaya. Untuk menduduki Jabatan Danyonarhanudse 6 yang baru ditunjuk Mayor Art Rachmat Atmawinata Nrp. 18880 (Kolonel Pur).

b.     Sesuai Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor : Sprin/ 005-3/I/1977 tanggal 8 Januari 1977 Letkol Art Rachmat Atmawinata ditugaskan sebagai Parnen BPD Kodam Hamkan Timor- Timur, sebagai penggantinya adalah Mayor Art Wiyoto Nrp. 19716 (Mayjen TNI).

c.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor : Sprin / 109-3/V/ 1978 tanggal 13 Mei 1978 Letkol Art Wiyoto Nrp. 19716 ditetapkan sebagai Pamen Kodam V/Jaya dalam rangka persiapan Susreg V Sesko ABRI Bagian Darat, adapun Komandan Yon¬arhanudse 6 yang baru, dijabat oleh Mayor Art Soekisno (Brigien TNI).


d.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor :Sprin /94-3/V/ 1979 tanggal 8 Agustus 1979 Letkol Art Soekisno digantikan oleh Mayor Art Kodjin NRP 20583, sedangkan Letkol Art Soekisno mengikuti Sesko ABRI Bagian Udara.

e.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor : Sprin/59-3/III/ 1980 tanggal 17 Maret 1980 Letkol Art Kodjin digantikan oleh Mayor Art Soerjanto NRP 20905 (Kolonel).

5.    Periode 1980 - 1990.

a.    Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor : Sprin/113-3/V/ 1981 tanggal 16 Mei 1981 jabatan Danyonarhanudse 6 diserah terimakan dari Letkol Art Soerjanto kepada penggantinya Letkol Art Heroe Soetrisno NRP 23276.

b.     Letkol Art Heroe Soetrisno dialih tugaskan sebagai Irwil Tk-II Kabupaten Tangerang Jawa Barat, sedangkan penggantinya ditunjuk Letkol Art Moch. Subasir NRP 21301 berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor : Sprin/188-3/VI/1983 tanggal 4 Juni 1983.

c.    Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor : Sprin/338-3/VI/ 1986 tanggal 17 Juni 1986 Letkol Art Moch. Subasir digantikan oleh Mayor Art Kasdi NRP 24377, sedangkan Letkol Art Moch. Subasir menjabat sebagai Pabandya Wanra/Wamil Sterdam Jaya.

d.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1 Dam V/Jaya Nomor : Sprin / 251-3/VIII/1988 tanggal 18 Agustus 1988 jabatan Danyonarhanudse 6 diserah terimakan dari Letkol Art Kasdi kepada Letkol Art Sugih MS. NRP 24393, sedangkan Letkol Art Kasdi menjabat sebagai Dansearhanud Pusdikart.

e.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1/Dam Jaya Nomor : Sprin /352-3/XII/ 1990 tanggal 5 Desember 1990, Letkol Art Sugih MS. Digantikan oleh Letkol Art Taat Tridjanuar NRP 25408,  sedangkan Letkol Art Sugih MS. bertugas di Mabes ABRI.

6.    Periode 1990 - 2000.

a.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1/Dam Jaya Nomor : Sprin/70-3/VI/ 1992 tanggal 10 Juni 1992 jabatan Danyonarhanudse 6 diserah terimakan dari Letkol Art Taat Tridjanuar kepada Letkol Art Prijanto NRP 28004, sedangkan Letkol Art Taat Tridjanuar menjabat Paban di Spamsanad Mabes TNI-AD.

b.    Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1/Dam Jaya Nomor : Sprin/164-31XII/ 1993 tanggal 31 Desember 1993 jabatan Danyonarhanudse 6 diserah terimakan dari Letkol Art Prijanto NRP 28004 kepada Letkol Art Moch. Husein Djohar NRP 27316, sedangkan Letkol Art Prijanto menjabat Pabandyalat Sopsdam Jaya.

c.    Berdasarkan. Surat Perintah Danmenarhanud 1/Dam Jaya Nomor : Sprin/72-3/ VI/ 1996 tanggal 26 Juni 1996 jabatan Danyonarhanudse 6 diserah terimakan dari Letkol Art Moch. Husein Djohar NRP 27316 kepada Letkol Art Sugandi Agus H. NRP 29682, sedangkan Letkol. Art Moch. Husein Djohar menjabat Dandim Timor Timur.

7.    Periode 2000 – Sekarang.

a.    Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1/Dam Jaya Nomor : Sprin/158-3/X/ 1998 tanggal 30 Oktober 1998 jabatan Danyonarhanudse 6 diserahkan Letkol Art Sugandi Agus H. NRP 29682 kepada Danmenarhanud 1/Dam Jaya sedangkan Letkol Art Sugandi Agus H. menjabat Pabandya Ops Dam Jaya.

b.    Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1/Dam Jaya Nomor : Sprin133-3/III/ 1999 tanggal 4 Maret 1999, jabatan Danyonarhanudse-6/Dam Jaya diserahkan oleh Danmenarhanud 1 Dam  Jaya  kepada Letkol Art Herman Nrp 30099.

c.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1/Darn Jaya Nomor : Sprin/33-3/III/ 1999 tanggal 4 Maret 1999,  jabatan Danyonarhanudse-6/1/ Dam Jaya diserah terimakan dari Letkol Art Herman NRP 30099 kepada Letkol Art Bambang Suartono, S.Ip NRP. 30533, sedangkan Letkol Art Herman menjabat Kasi Ops Korem 052/WKT Dam Jaya.

d.     Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud l Dam Jaya Nomor : Sprin/04-3/I/2002 tanggal 07 Pebruar-i 2002, jabatan Danyonarhanudse 6 diserah terimakan dari Letkol Art Bambang Suartono, S.Ip NRP. 30533 kepada Letkol Art Neno Hamriono, Sip NRP 30914, sedangkan Letkol Art Bambang Suartono, S.Ip menjabat Pabandya Ops Dam Jaya.

e.    Berdasarkan Surat Perintah Danmenarhanud 1/Dam Jaya Nomor : Sprin/136-3/VII/ 2003 tangga121 Juli 2003, jabatan Danyonarhanudse 6 di serah terimakan dari Letkol Art Neno Hamriono, S.Ip kepada Mayor Art Nisan Setiadi NRP 31689 sedangkan Letkol. Art Neno Hamriono, S.Ip menjabat Kasi Ops Korem 052/WKT Dam Jaya.

f.    Berdasarkan Surat Perintah Pandam Jaya Nomor : Sprin / 2603 / XII / 2004 tanggal 06 Desember 2004, jabatan Danyonarhanudse 6 di serah terimakan dari Letkol Art Nisan Setiadi kepada Letkol  Art Hasanudin NRP 32738 sedangkan Letkol. Art Nisan Setiadi menjabat Kasi Intel Rem 052/WKT Dam Jaya.

g.    Berdasarkan Skep Kasad Nomor : Skep / 370 / X / 2006 tanggal 06 Oktober 2006, jabatan Danyonarhanudse 6 di serah terimakan dari Letkol Art Hasanudin  kepada Letkol  Art M. Rusli S.IP  sedangkan Letkol. Art Hasanudin  menjabat  Pabandya Renops Sopsdam Jaya.
dikutip dari : http://batalyon-arhanudse.blogspot.com/