Logo Batalyon Pembekalan dan Angkutan ( Yon Bekang ) 2 Kostrad - Mawwa Wastwan Jaya


Request logo by Novi Alim Murdani


Arti dan makna lambang Tunggul satuan Yon Bekang 2 Kostrad.
1. Tunggul.
a. Tunggul Yon Bekang 2 Divif 2 Kostrad berbentuk empat persegi panjang berjumbai sepanjang sisi/ tepinya.
b. Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Phataka Kostrad.
c. Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan lambang Tunggul Yon Bekang, bintang sudut lima, delapan penjuru mata angin, lingkaran dan delapan gerigi dan selogan tertulis “ MAWWAT WASTWAN JAYA “.
d. Bintang bersudut lima merupakan lambang TNI AD bermakna bahwa dengan tujuan yang tinggi yaitu untuk mencapai kejayaan dan kesejahteraan bagi Prajurit TNI AD dalam mengemban tugas mengamankan dan mempertahankan kedaulatan NKRI yang dilandasi jiwa Pancasila serta selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e. Delapan penjuru mengandung arti bahwa dengan delapan azas dalam penyelenggaraan pembekalan Angkutan TNI AD secara terencana dan terintegratif dalam sistem penyelenggaraan pembekalan terhadap pelayanan/ pendistribusian bekal/ moril dan pengangkutan pasukan/ personel.
f. Lingkaran dan delapan gerigi mengandung arti bahwa dalam mengemban tugas pokok TNI AD, selalu berpegang teguh delapan prinsip penyelenggaraan pembekalan TNI AD.
2. Arti dan Makna.
Tunggul Yon Bekang 2 Kostrad bernama “ MAWWAT WASTWAN JAYA “. Pita Seloka dengan tulisan “MAWWAT WASTWAN JAYA “.
Mawwat : Memberikan
Wastwan : Pasti, jelas, nyata
Jaya : Menang, kemenangan
Arti keseluruhan “MAWWAT WASTWAN JAYA” adalah ketetapan (jelas, pasti) memberikan pelayanan dan turut mendukung didalam mencapai suatu kemenangan.

Sejarah kelahiran Yon Bekang 2 Divif 2 Kostrad tidak dapat dipisahkan dengan terbentuknya dan berdirinya KORRA I / CADDUAD sesuai keputusan KASAD Nomor KPTS/ 54/3/1961 tanggal 6 Maret 1961 dalam perkembangan berikutnya diketahui bahwa KORRA I / CADDUAD dipersiapkan untuk melaksanakan operasi pembebasan Irian Barat pada tahun 1962. Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan KASAD Nomor KPTS/251/2/1962 tanggal 23-2-1962 adanya keputusan ini KORRA I / CADDUAD kemudian melaksanakan usaha untuk meningkatkan pengisian Personel dan materiil yang diperlukan dalam melaksanakan operasi pembebasan Irian Barat, dalam pengisian personel dan materiil tersebut, termasuk di dalamnya personel-personel Intendans, Angkutan dan Peralatan.
1. Latar Belakang Pembentukan.
Setelah operasi pembebasan Irian Barat yang dikenal dengan operasi TRIKORA selesai, pada tahun 1963 KORRA I CADDUAD ditingkatkan menjadi Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat). Yang mempunyai tugas pokok melaksanakan operasi-operasi Militer baik berdiri sendiri maupun operasi gabungan dalam rangka pertahanan/ keamanan Negara dari segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari dalam maupun dari luar. Sejalan dalam terbentuknya Kostrad maka satuan-satuan yang tergabung dalam KORRA I/ CADDUAD segera dibenahi disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab Kostrad antara lain dengan dibentuknya :
a. Batalyon Intendans Para pada tanggal 19 Juni 1963.
b. Batalyon Angkutan Bermotor 2 yang semula berada dibawah Dirbekangad kemudian berubah menjadi Batalyon Angkutan Komposit dilimpahkan ke Kostrad pada tanggal 7 September 1978 sesuai Skep Kasad Nomor Skep/7/III/1978 tanggal 30 Maret 1978.
c. Batalyon Peralatan pada tanggal 10 Juli 1979.
2. Pemrakarsa.
Sistim pertahanan nasional terus berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi, yang kemudian melahirkan konsep pikiran perlunya merubah strategi pertahanan yang ada di wilayah Indonesia yang semula dibagi dalam 17 Kodam kemudian dirubah menjadi wilayah operasi yaitu, wilayah timur barat dengan 9 Kodam sebagai komponen strategis dan 2 Kodam utama operasi masing-masing Kostrad dan Kopassus. Sebagai realisasi dari Konsep pertahanan tersebut maka dikeluarkan Skep KASAD Nomor Skep/535/IV/1985 tanggal 1 Juni 1985 tentang likuidasi jajaran Angkatan Darat, Kostrad kemudian melaksanakan likuidasi Satuan-satuan jajarannya yaitu Kopur dan Kopur II masing-masing menjadi Divisi Infanteri 2 berkedudukan di Singosari Jatim. Sejalan dengan kebijaksanaan pimpinan TNI-AD maka unsur-unsur Satpur, Banpur dan Banmin jajaran Kostrad dialokasikan secara berimbang kepada kedua Divisi Infanteri, termasuk pembentukan Yon Bekang 2 Divif 2 Kostrad hasil likuidasi Yon Int Para, Yon Ang Komposit dan Yon Pal Kostrad. Dengan masa pembentukan Sejak dikeluarkannya surat perintah KASAD Nomor Sprin/935/V/1986 tanggal 21 Mei 1986 tentang pembentukan Yon Bekang 2 Divif 2 Kostrad maka telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain :
a. Sejak tanggal 12 Juni s.d. 5 September 1986 tim pengumpul data yang dipimpin oleh Kolonel Cin Ridwan Wahab (Kabekang Kostrad) telah melaksanakan kegiatan pengumpulan data Personel dan materiil serta koordinasi antara Kostrad, Dir Bekangad, Dir Kesad, Dir Palad dan Staf umum AD.
b. Tanggal 6 September 1986 rapat koordinasi dipimpin oleh Kolonel Infanteri Ari Wibowo( Asops Kaskostrad) dari unsur Spers, Slog, Bekang, Kes, Zeni, Pal Kostrad di Makostrad.
c. Tanggal 6 Oktober s.d. 28 September 1986 tim pengumpul data melaksanakan koordinasi dengan Divif 2 Kostrad sekaligus meninjau pangkalan yang direncanakan di Malang.
d. Tanggal 6 Oktober s.d. 9 Oktober 1986 kegiatan yang dilaksanakan adalah koordinasi dengan Instansi terkait dan penyusunan laporan kepada Pangkostrad tentang hasil penyusunan dan pembentukan Yon Bekang 2 Divif 2 Kostrad.
e. Tanggal 30 Oktober 1986 laporan tim pengumpulan data tentang hasil penyusunan dan pembentukan Yon Bekang 2 Divif 2 Kostrad kepada Pangkostrad di Ma Kostrad.
3. Pembentukan.
Pada tanggal 26 Nopember 1986 upacara peresmian Yon Bekang 2 Divif 2 Kostrad dengan Inspektur upacara Mayor Jenderal Suripto (Pangkostrad) di lapangan upacara Madivif 2 di Singosari dan Letkol Cin Dasim Sudirman sebagai Komandan Batalyon Bekang 2 Kostrad yang pertama dengan jumlah personel 120 orang.
PERESMIAN YON BEKANG 2 KOSTRAD
 Sumber : yonbekang2kostrad.com
0 Komentar